10 Mei 2018

LP3M Dukung Penyusunan Modul Program PAUD-HI

Ketua LP3M saat Presentasi hasil Review Modul

STKIPMSorongNews | Peraturan  Presiden Republik Indonesia Nomor 60 Tahun Tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif, menjelaskan bahwa Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif adalah upaya pengembangan anak usia dini yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam dan saling terkait secara simultan, sistematis, dan terintegrasi. Layanan stimulasi holistik mencakup layanan pendidikan, kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, perlindungan dan kesejahteraan menjadi kebijakan pengembangan anak usia dini dengan melibatkan pihak terkait baik instansi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi, tokoh masyarakat, dan  orang  tua.  Untuk  menjamin  pemenuhan  hak  tumbuh  kembang  anak  usia  dini, diperlukan upaya peningkatan kesehatan, gizi, perawatan, pengasuhan, perlindungan, kesejahteraan dan rangsangan pendidikan yang dilakukan secara simultan, sistematis, menyeluruh, terintegrasi dan berkesinambungan, satuan PAUD memiliki peranan yang sangat strategis dalam upaya pemenuhan kebutuhan anak tersebut melalui kerjasama lintas sektor dengan sektor-sektor terkait. Sebagai bentuk nyata untuk mendukung program pemenuhan hak anak untuk tumbuh dan berkembang secara baik (UUD 1945/Konvensi Hak Anak) serta sebagai upaya untuk mengoptimalkan masa emas perkembangan anak dan juga tentunya untuk meningkatkan kesiapan anak bersekolah, adalah dengan membentuk tim kerja dalam hal ini adalah para pelatih inti yang nantinya akan terjun ke sekolah-sekolah anak usia dini untuk melatih dan mendampingi para guru-guru PAUD yang ada di 25 PAUD target, Kabupaten  Sorong  dan  Raja  Ampat.

Ketua Lembaga Pengembangan, Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat LP3M STKIP Muhammadiyah Sorong, Anang Triyoso, M.Pd., saat menutup kegiatan Lokakarya lokakarya konsultatif dan reviu modul, sebuah program dukungan dari Bank Central Asia (BCA), STKIP Muhammadiyah Sorong dan Unicef bertempat di Kampus STKIP Muhammadiyah Sorong kemarin (red), dirinya menyampaikan bahwa secara kelembagaan dirinya sangat mendukung program tersebut karena kegiatan ini merupakan sebuah penelitian sekaligus pengabdian pada masyarakat secara nyata.

“…lokakarya ini merupakan sebuah tahapan dari penelitian pengembangan, sehingga hasil dari kegiatan ini tentunya akan sangat valid untuk dapat dipergunakan oleh para bunda-bunda paud yang bukan hanya di tanah papua, tapi akan menjadi model di seluruh Indonesia”. Jelas Anang.

Ditambahkan juga oleh Anang Triyoso, bahwa secara kelembagaan dirinya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh Tim program kemitraan dengan unicef yang secara kerjasama memang langsung di bawah LP3M STKIP Muhammadiyah Sorong.

Sementara itu Koordinator Program PAUD-HI Kemitraan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan Unicef, Doni Sudibyo, M.Pd. mengatakan bahwa tujuan dari Lokakarya ini adalah untuk mengkaji dan menyempurnakan sebuah Modul Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif, dari segi isi materi, konten dan tentang pembelajaran, kesehatan anak, hak anak, posyandu, sanitasi, dan air bersih dengan harapan bahwa buku tersebut nantinya bisa digunakan baik di tanah papua maupun di seluruh Indonesia. Metode yang digunakan dalam kegiatan tersebut adalah diskusi, tanya jawab, presentasi, refleksi dan evaluasi.

Lokakarya tersebut dilakasakan selama 2 hari, dari tanggal 8 – 9 Mei 2018 bertempat di Gedung MM Kampus STKIP Muhammadiyah Sorong, dengan menghadirkan para tim Reviewer (Pengkaji) dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong dan Raja Ampat, Dinas Kesehatan, Dinas pemberdayaan Perempuan, Dinas Sosial, IGTKI, Himpaudi, serta ti expert dari Unicef. (ds)

 

Universitas pendidikan muhammadiyah, Stkipmuhsorongmitraunicef