22 Februari 2018

Bawalah Budaya Kampus Biru dalam Progam KPM

Ketua Satgas KPM 2018, Ardiansyah, M.Pd., saat laporan Kegiatan KPM 2018

STKIPMSorongNews | Ketua STKIP Muhamamdiyah Sorong secara resmi membuka Pembekalan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) tahun 2018 di Auditorium Kampus STKIP Muhammadiyah Sorong dengan didampingi para Dosen pembimbing Lapangan dan ketua program studi, peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) yang terdiri dari 7 program studi tersebut tersebut akan disebar di 28 kelurahan dan kampung di kabupaten Sorong, kabupaten Maybrat, Raja Ampat dan Fakfak.

Ketua STKIP M Sorong saat memberikan sambutan Pembekalan KPM 2018 (16/2/2018)Ketua Satuan Tugas (SATGAS) KPM tahun 2018, Ardianysah, M.Pd. dalam laporannya menyampaikan  bahwa tempat pelaksanaan KKN yang akan dilakukan mulai hari ini (Jumat, 16/2/2018) hingga 30 hari kedepan  berjumlah total 28 Desa, 8 distrik, 2 Kabupaten dan 1 provinsi yang diikuti oleh 249 mahasiswa serta 30 dosen pendamping lapangan. Disaampaikan juga bahwa fokus program kerja pada KPM tahun 2018 ini sebanyak 70% adalah program empowering (pemberdayaan) masyarakat dan yang 30% berbentuk program fisik. Ditambahkan juga bahwa Dosen Pembimbing Lapangan KPM tahun akan terjun sebanyak lima kali terhitung dari penyerahan hingga penarikan mahasiswa KPM ke masing-masing kampung atau kelurahan.

Dalam sambutannya Ketua STKIP Muhammadiyah Sorong, Drs. Rustamadji, M.Si., yang sekaligus membuka secara resmi pembekalan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) tahun 2018 menyampaikan bahwa KPM merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiwa yang harus  ditempuh. “KPM ini didesign secara tematik dan kreatif yang mana ini merupakan salah satu variasi dari program pengabdian masyarakat,” paparnya. Sehingga melalui program KPM ini juga diharapkan mahasiswa mampu mengaplikasikan soft skill yang sudah di dapatkan di kampus untuk selanjutnya diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Penyematan Tanda Peserta KPM 2018

Ditambahkan juga bahwa Dalam melaksanakan KPM, saya harapkan, kejujuran, rajin, pantang menyerah dan juga teamwork selalu terbangun.  Bawalah budaya “Bersih, indah, menyenangkan dan sekaligus mencerdaskan” ke daerah-daerah tempat KPM mahasiswa, sehingga disitu akan muncul yang namanya “transfer value” .

Pada sambutan terakhirnya, Ketua STKIP Muhammadiyah Sorong menyampaikan pada mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan bahwa tujuan dari KPM sendiri adalah sebagai media pembelajaran mahasiswa untuk memajukan kemakmuran serta membangun sinergi yang bagus antara kampus dengan masyarakat”. [ds].

Universitas pendidikan muhammadiyah, Stkip m sorong cup