18 Januari 2018

Satu-satunya PTS di Provinsi Papua Barat yang Lolos Seleksi Pendanaan Pengabdian kepada Masyarakat tahun 2018

STKIPMSorongNews | STKIP Muhammadiyah Sorong untuk pertama kalinya lolos seleksi pendanaan Pengabdian Kepada Masyarakat skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) sesuai surat Direktur Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat Kemenristekdikti nomor 0045/E3/LL/2018 tanggal 16 Januari 2018. “Khabar gembira yang kami peroleh di awal tahun ini, karena lolosnya PKM dan satu-satunya PTS di Provinsi Papua Barat”. Demikian disampaikan Anang Triyoso,  M.Pd., selaku Ketua LP3M saat ditemui di Meeting Room STKIP Muhammadiyah Sorong, Rabu, 17-1-2018.

Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Ditjen Penguatan Risbang Kemenristekdikti menerapkan paradigma baru dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bersifat problem solving, komprehensif, bermakna, tuntas, dan berkelanjutan (sustainable) dengan sasaran yang tidak tunggal. Hal-hal inilah yang menjadi alasan dikembangkannya program Program Kemitraan Masyarakat (PKM). 

Khalayak sasaran program PKM adalah:1) masyarakat yang produktif secara ekonomi (usaha mikro); 2) masyarakat yang belum produktif secara ekonomis, tetapi berhasrat kuat menjadi wirausahawan;dan 3) masyarakat yang tidak produktif secara ekonomi (masyarakat umum/biasa). Tujuan program program PKM adalah: 1). membentuk/mengembangkan sekelompok masyarakat yang mandiri secara ekonomi; 2). membantu menciptakan ketentraman, dan kenyamanan dalam kehidupan bermasyarakat; dan 3). meningkatkan keterampilan berpikir, membaca dan menulis atau keterampilan lain yang dibutuhkan (softskill dan hardskill).

Pada pendanaan tahun 2018 kali ini, jumlah proposal skema pengabdian kepada masyarakat STKIP Muhammadiyah Sorong yang lolos seleksi berjumlah 1 proposal. Jumlah tersebut satu-satunya yang lolos seleksi PTS se Provinsi Papua Barat tahun 2018. Adapun kisaran pendanaannya adalah 40-50 juta per tahun.

Mewakili STKIP Muhammadiyah Sorong, Anang Triyoso, M.Pd., menyampaikan ucapan terima kasih kepada direktur DRPM, "pada kesempatan ini kami sangat bersyukur atas capaian ini dan berterima kasih kepada direktur DRPM telah mensupport pengabdian kepada masyarakat di STKIP Muhammadiyah Sorong. Tentu hal ini menunjukkan perhatian yang sangat besar dari Pemerintah Pusat bagi pengembangan caturdharma di Tanah Papua".  

Pengalaman tahun sebelumnya, STKIP Muhammadiyah Sorong telah memiliki kapasitas melaksanakan pengelolaan pengabdian kepada masyarakat ditandai dengan dimilikinya reviewer (pembahas) internal sendiri. Saat ini bagi PTS se-tanah Papua dan Maluku, baru STKIP Muhammadiyah Sorong yang memiliki reviewer (pembahas) internal terdaftar di sistem informasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (Simlitabmas).

Demikian pula ketersediaan jurnal ilmiah bagi publikasi, Terdapat 3 jurnal ilmiah di STKIP Muhammadiyah Sorong yaitu Jurnal Pendidikan, Jurnal Bioleaning, dan Jurnal Interaction yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana publikasi ilmiah bagi dosen STKIP Muhammadiyah Sorong maupun PT lainnya. Menurut Anang Triyoso, M. Pd., peningkatan kuantitas riset tentu akan berimbas pada kinerja pengabdian kekinian, dimana dan semakin tumbuh berkembangnya budaya pengabdian kepada masyarakat di kalangan dosen dan mahasiswa. (lp3m/ds)

Muhammadiyah, Universitas pendidikan muhammadiyah