26 Oktober 2017

6 Mahasiswa Berwajah “sumringah” saat Diyudisium

6 mahasiswa yang mendapat Gelar dan Voucher

STKIPMSorongNews | Terlihat jelas wajah riang gembira pada mahasiswa STKIP Muhammadiyah Sorong saat acara Yudisium Angkatan ke-10 Tahap I Tahun 2017 Rabu, 25.10.2017 kemarin (red). Ada apakah gerangan? Ternyata ada yang berbeda pada acara yudisium tahun ini.

Ketua STKIP Muhammadiyah Sorong, Drs. Rustamadji, M.Si., adalah sosok pemimpin yang tidak pernah kehabisan “akal” ketika harus mencairkan suasana di hadapan audiencenya. Setiap kata yang diucapkan dan karya-karya yang diciptakan selalu menjadi hal baru bahkan unik, karena orang lain belum ada yang pernah melakukannya. Banyak orang memberikan gelar kepada Ketua STKIP Muhammadiyah Sorong adalah “Si Raja Pembaharuan”.

Hal baru dan unik juga muncul saat acara Resmi Yudisium Tahap I tahun 2017, di tengah-tengah sambutannya beliau melontarkan sebuah kuis, dan kuis tersebut berhadiah voucher belanja di Campus Mart STKIP Muhammadiyah Sorong, kuis yang dilontarkan sangat simple tapi unik, yaitu setiap mahasiswa yang telah diyudisium diminta untuk menulis nama lengkap dan gelar yang mereka masing-masing peroleh di selembar kertas, setelah semua menulis kemudian dikumpulkan dan dicari yang paling tepat dalam penulisan nama beserta gelarnya.

Saat diumumkan ada 6 mahasiswa yang sangat tepat dalam penulisan nama dan gelar tersebut, sehingga mahasiswa tersebut diminta maju ke depan dan langsung dibagikan voucher belanja di Campur Mart. 6 mahasiswa tersebut 3 diantaraya berasal dari program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 2 mahasiswa dari program studi matematika dan 1 mahasiswa dari program studi Pendidikan Bahasa Inggris, “disuruh makan durian, eh dibawain pulang pula” mungkin itu pribahasa yang cocok untuk 6 mahasiswa yang beruntung.

Sebenarnya ada alasan kenapa Ketua STKIP Muhammadiyah Sorong memberikan kuis yang terkesan sepele tapi mengandung makna yang besar. Lontaran kuis tersebut sebenarnya berangkat dari keprihatinan beliau saat sering menghadiri acara-acara besar di negeri ini, bahwa mereka yang notabene orang-orang yang berpendidikan ketika menulis nama dan gelarnya sendiri saja itu salah, bahkan ada juga sampai menulis nama dan gelar di sebuah ijazahpun salah, ini berarti mereka-mereka benar-benar tidak memperhatikan Ejaan Yang Disempurnakan dalam bahasa Indonesia, padahal itu merupakan salah satu kekayaan negeri ini. Ketua STKIP Muhammadiyah Sorong adalah ahli ilmu Matematika, tetapi beliau adalah seorang Pemerhati Bahasa Indonesia. [ds].

 

Universitas pendidikan muhammadiyah