20 Oktober 2017

STKIP Muhammadiyah Sorong mampu Atasi Permasalahan Tenaga Pendidik

Dr. James Modouw, M.MT., bersama Ketua STKIP Muhammadiyah Sorong

STKIPMSorongNews |  Pendidikan merupakan wadah penting yang menjadi titik awal pembentukan karakter, mental, spiritual dan intelektual generasi penerus bangsa Indonesia. Membahas tentang pendidikan di Indonesia memang tak pernah ada habisnya. Mulai dari prestasi-prestasi anak bangsa yang membanggakan hingga rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia. Kualitas pendidikan di Indonesia masih terbilang belum cakap jika dibadingkan Negara-negara lain, apalagi bicara kualitas pendidikan di daerah terpencil di negara ini. Seperti disampaikan oleh Staf Ahli Hubungan Pusat dan Daerah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Dr. James Modow, M.MT, saat berkunjung ke Kampus STKIP Muhammadiyah Sorong, Rabu, 18.10.2017 kemarin (red.) bahwa pihaknya (Kemendikbud RI) terus berupaya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia secara merata, salah satunya adalah dengan berdiskusi dengan Dinas Pendidikan, kepala daerah dan juga pihak lain seperti perguruan tinggi yang konsen dalam bidang ilmu pendidikan.

“…..dari beberapa faktor penghambat rendahnya hasil pendidikan di Negara kita adalah rendahnya kapasitas pendidik itu sendiri, sehingga saat ini kami sedang menangkap isu-isu strategis pendidikan khususnya di daerah-daerah yang masih memerlukan perhatian tinggi yang nantinya akan dijadikan sebagai bahan keputusan di kementerian”. Tutur James.

Dikatakan juga bahwa salah satu kebijakan strategis yang dilakukan oleh Kemendikbub adalah dengan membuat beberapa skema tenaga tenaga pendidik, salah satunya adalah dengan dibukanya Progam Profesi Guru (PPG). Terkait dengan PPG memang lagi-lagi program yang mengutamakan mutu sehingga sistem seleksinya juga harus bersaing tetapi dengan tidak melupakan kearifan lokal.

Saat ini Kemenristek Dikti juga telah menyeleksi dan menetapkan beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia sebagai penyelenggara PPG, dan STKIP Muhammadiyah Sorong ada di dalam daftar itu, jadi artinya STKIP Muhammadiyah Sorong secara resmi telah dipercaya oleh Negara untuk menyelenggarakan program tersebut.

“jika dilihat dari beberapa aspek, saya pikir kampus ini (STKIP Muhammadiyah Sorong) memang layak dan mampu menjawab beberapa persoalan tenaga pendidik di Indonesia, apalagi saat ini pengelolaan guru sudah diserahkan kepada pemerintah provinsi dan daerah, sehingga mutu dari kampus ini harus tetap dipertahankan dan terus ditingkatkan”. Tambah James.

Pada kesempatan itu juga beliau menyampaikan kesannya terhadap Kampus STKIP Muhammadiyah Sorong, bahwa dirinya sangat terheran-heran dengan STKIP Muhammadiyah Sorong ternyata di kawasan timur sudah ada kampus yang bagus ini.

“saya sebenarnya sudah lama mendengar tentang kampus STKIP Muhammadiyah Sorong dari beberapa sumber, sehingga saya sangat penasaran dimana dan seperti apa kampus itu sebenarnya”. ungkap Mantan Kadis Pendidikan Prov. Papua itu.

Staf Ahli Hubungan Pusat dan Daerah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tersebut untuk pertama kalinya berkunjung ke Kampus STKIP Muhamamdiyah Sorong selepas mengisi materi pada kegiatan sosialisasi Revitalisasi Pendidikan Kecakapan Hidup Sehat (PKHS) sebagai Bagian dari Pendidikan Karakter yang diselenggarakan oleh program kemitraan STKIP Muhammadiyah Sorong dan Unicef. (ds).

Universitas pendidikan muhammadiyah, Muhammadiyah