07 Oktober 2017

Univ. Pendidikan Muhammadiyah Sorong akan menjadi Kampus “Pioneer” di Indonesia

Prof. Dr. Imam Suprayogo, M.A. saat Silaturahim di Kampus STKIP Muh. Sorong

STKIPMSorongNews | Perkembangan dunia pendidikan khususnya di Perguruan Tinggi, saat ini begitu pesat, saingan yang bersifat kompetitifpun semakin meningkat, sehingga jika perguruan yang tidak mau tersinggkir/tertinggal, maka setiap Perguruan tinggi itu harus mempunyai keunggulan-keunggulan tersendiri. Seperti disampaikan oleh Prof. Dr. Imam Suprayogo, M.A., (Mantan Rektor UIN Malang) yang didampingi oleh Dr. Muharram Marzuki, M.A. (dari Litbang Kementerian Agama RI) dalam acara Silaturahim dan Dialog bersama Sivitas STKIP Muhammadiyah Sorong pada hari Selasa, 5 Oktober 2017 kemarin (red) di Kampus STKIP Muhammadiyah Sorong, beliau menyampaikan bahwa salah satu indikator Perguruan Tinggi yang akan maju dan berkembang itu yang mempunyai keunggulan dan kearifan lokal yang kuat dan juga di dalam pembelajarannya harus benar-benar menyampaikan ilmu yang nyata dan harus ada hasilnya.

“Saya sudah membayangkan, kalau Kampus ini (STKIP Muhammadiyah Sorong) sudah menjadi Universitas, maka saya yakin bahwa kampus ini akan menjadi kampus yang unggul, bahkan akan menjadi tempat studi banding oleh kampus-kampus di Indonesia bahkan dunia, karena masih jadi Sekolah Tinggi saja sudah sehebat ini, saya berani mengatakan seperti ini karena saya sudah hampir 41 tahun loh menjadi pimpinan beberapa perguruan tinggi, sehingga saya sudah paham betul” Jelas Prof. Imam.

Dalam kesempatan itu juga beliau yang sudah malang melintang berkiprah di perguruan tinggi mengatakan bahwa saya sudah berkeliling Perguruan Tinggi di dunia tapi STKIP Muhammadiyah Sorong ini mempunyai daya tarik tersendiri, baik dari lokasi kampus, penataan kampus, semangat para sivitasnya, kultur maupun budaya serta multikulturalnya, sehingga hal ini yang akan menjadi modal yang sangat berharga untuk pengembangan kampus ke depannya. Prof. Imam juga berpesan bahwa jika kita mengajar ilmu bahasa, maupun matematika, maka kita jangan mengajari TENTANG bahasa maupun TENTANG matematika, tapi belajarlah bagaimana cara BERbahasa, belajar BERmatematika dan belajar Ber Ber yang lainya, sehingga kita bisa menghasilkan ilmu yang nyata dan bermanfaat.

Acara Silaturahim dan Dialog bersama sivitas akademika STKIP Muhammadiyah Sorong itu berlangsung kurang lebih 2 jam, dan juga dihadiri oleh Kepala Sekolah dari sekolah – sekolah Amal usaha Muhammadiyah kabupaten Sorong. (ds).

Baa, Mpm muhammadiyah, Universitas pendidikan muhammadiyah