02 Oktober 2017

Tim Ekpedisi ISTI-DG Jelahi “Semlas” hingga Hutan Salawati

Tim Explore ISTI-DG saat di Hutan Matalowot-Salawati

STKIPMSorongNews | Pasca pengumuman tentang penetapan Calon Perusahaan Insektisida Nabati dari Daun Gatal “ISTI-DG” STKIP Muhammadiyah Sorong sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Swasta se-Kopertis XIV yang memenangkan Program Hibah Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPPBT) oleh Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kementerian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi Tahun 2017, maka Tim CPPBT STKIP Muhammadiyah Sorong terus memaksimalkan pelaksanaan program hibah tersebut.

Perusahaan ISTI- DG adalah Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi yang memproduksi Insektisida nabati dari ekstraksi daun gatal dengan metode Perkolasi. Ekstrak ini dapat membasmi hama diantaranya yaitu seperti kumbang (Aulocophore similisoliver), kutu daun (Trips), ulat grayak (Spodoptera sp.), lalat daun/ penggorok daun (Liriomyzahuidoprensis). Ini disebabkan karena kandungan ekstrak daun gatal mengandung alkaloid, alkaloid merupakan senyawa sebagai insektisida. Selain menyebabkan rasa pahit sehingga menghambat aktivitas makan, Alkaloid mampu memperlihatkan aktivitas paralitik. Jadi tujuan dari inovasi ini adalah untuk menghasilkan produk pertanian (pembasmi hama serangga) dari bahan alami, ekonomis dan mudah dijangkau, memanfaatkan hasil penelitian agar bisa diterapkan kepada masyarakat, mengkreasikan sumber daya alam yang dapat digunakan untuk berbagai macam manfaat, menghasilkan sebuah produk yang inovatif, memberikan alternatif produk pertanian yang alami sehingga tidak terus-menerus menggunakan bahan kimia yang memiliki efek samping yang cukup berbahaya.

Direktur Program Hibah CPPBT “ISTI-DG” STKIP Muhammadiyah Sorong, Istiqomah, M.Pd., ketika diwawancarai tentang capaian kemajuan program hibah ini, beliau menyampaikan bahwa untuk capaian kemajuan pelaksanaan program saat ini adalah produksi insektisida dan juga penanaman bahan dasar.

“untuk program jangka pendek saat ini Isti-DG sudah pada tahap produksi dan juga penanaman benih bahan baku untuk program jangka panjangnya. Untuk penanaman bahan baku Daun Gatal, tim expedisi telah melakukan survey dari Hutan KM 25 hingga Hutan Salawati”. Jelas Isti.

Daun Gatal (DG) atau bahasa latinnya Laportea decumana  dan Semlas dalam bahasa Moi ini mengandung beberapa senyawa kimia, diantaranya: alkaloid, flavonoid, asam formiat dan authraguinones. Asam semut ini sendiri terkandung di dalam kelenjar “duri - duri” yang terdapat dipermukaan daunnya. Sorong merupakan salah satu daerah untuk komoditi daun gatal, salah satunya di Hutan Matawolot Distrik Salawati. Tim Expedisi ISTI-DG telah menjelajahi dari hutan km 25 Kabupaten Sorong dan Hutan Matawolot Distrik Salawati Kabupaten Sorong. Paulus Nibra, Kepala Suku daerah Matawolot ketika diminta ijin oleh Tim Expedisi untuk masuk ke Hutan daerah adatnya, mengatakan bahwa tanaman Semlas (daun gatal) di hutan ini masih sangat banyak dan asli, semlas juga ada beberapa jenis, dan kegunaanya bagi orang asli papua hanya untuk obat pegal-pegal dan cape-cape, dengan cara dioleskan di badan atau daerah yang pegal.

“Kami masyarakat Papua sudah puluhan tahun menggunakan semlas (daun gatal) ini untuk obat sakit kepala, cape-cape, badan pegel-pegel, caranya yaitu daun ini diremas-remas kemudian diletakkan di kening orang yang sakit” terang Paulus.

Tim Expedisi ISTI-DG yang beranggotakan 15 orang ini, antara lain : Isti, Jahar, Doni, Tini, Yanti, Soleh, Saiful, Najib, Yanika, fitri, Sukma, dkk. Dalam kesempatan itu juga Ketua LP3M STKIP Muhammadiyah Sorong, Anang Triyoso, M.Pd. turut gabung dengan Tim Expedisi ISTI-DG hingga hutan Matawolot Distrik Salawati Kabupaten Sorong, (ds).

Universitas pendidikan muhammadiyah, Muhammadiyah, Baa