01 Oktober 2017

STKIP Muhammadiyah Sorong Gelar Nonton Bareng Film G30 S PKI

Nonton Bareng Film Penghianatan G30 S PKI

STKIPMSorongNews | Sivitas Akademik STKIP Muhammadiyah Sorong pada hari Sabtu, 30 September 2017 mulai pukul 20:00 WIT tumpah ruah di Gedung Sprotorium Kampus STKIP Muhammadiyah Sorong. Hampir kurang lebih 500 orang, mereka berbondong-bondong menuju Sportorium untuk menyaksikan Film sejarah bangsa Indonesia yang setelah sekian tahun tidak pernah ditayangkan, tapi pada tahun ini pemerintah Indonesia secara resmi mengumumkan agar film tersebut diperbolehkan untuk ditayangkan kembali di seluruh tanah air, pada tahun ini Bapak Presiden Republik Indonesia juga telah menyaksikan Film tersebut pada hari Jumat malam, 29 September 2017 kemarin di Bogor (red). Film tersebut adalah sebuah film yang menayangkan sebuah sejarah bangsa Indonesia, yaitu sebuah keganasan penghianatan Gerakan Partai Komunis di Negara kita pada tahun 1948 dan 1965 M silam yang telah menewaskan para Jenderal-Jenderal terbaik Negeri ini. Acara Nonton Bareng Film G30 S PKI ini merupakan kerjasama antara STKIP Muhammadiyah Sorong bersama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Sorong dan juga Kodim 1704 Sorong.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sorong, Bapak Eko Tavip Maryanto, saat diminta untuk memberikan sambutan sebelum pemutaran film, dalam sambutannya beliau memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada organisasi Otonom (Ortom) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) kabupaten Sorong yang telah berinisiatif untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut, dan juga kepada Sivitas Akademik serta Kodim 1704 Sorong. Beliau juga berpesan, bahwa jika nonton Film ini harus sampai selesai, karena jika nontonnya setengah-tengah, maka persepsinya anda terhadap film sejarah ini juga nanti akan menjadi setengah-setengah.

Sementara itu Ketua STKIP Muhammadiyah Sorong, Bapak Rustamadji, juga memberikan sambutannya, beliau berpesan bahwa saat ini begitu banyak pemuda Indonesia yang tidak tahu bahkan telah melupakan sejarah bangsa ini, sehingga secara karakter mereka juga cenderung kurang menghargai orang-orang yang lebih tua, padahal ayat suci Al-Qur’an juga hampir 60% itu isinya tentang sejarah masa lalu dan juga sebagai motivasi yang dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran sekaligus dijadikan sebagai petunjuk manusia untuk melakukan suatu hal mana yang baik dan mana hal yang tidak baik, begitu juga film ini sangat cocok sekali bisa diputarkan kembali. Demikian juga dengan bangsa Indonesia, bangsa yang sangat cerdas, bangsa yang baik tentunya bangsa ini akan belajar dari sejarah untuk melakukan dan bertindak dalam memajukan bangsa ini, dan juga pasti tidak akan melakukan peristiwa kelam di masa lalu pada tahun 1948 dan 1965 M yang sama untuk kedua kalinya,

“manusia yang baik, manusia yang cerdas, manusia yang pintar itu bukan manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan, tapi mereka adalah manusia yang tidak melalukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya” tambah pak Rustam.  

Mayor Kav Abdul Mufid yang mewakili Komandan Kodim 1704 Sorong, beliau juga berpesan kepada semua penonton baik dari sivitas akademika dan masyarakat luar, bahwa yang perlu digarisbawahi adalah Jasmerah, jangan melupakan sejarah, tetapi hal ini bukan berarti bahwa kita membuka aib bangsa ini lagi, namun kita hanya mengingat kembali untuk mengambil makna dari pengihianatan G30 S PKI tersebut, dan ternyata bangsa kita ini bangsa yang dikarunia kemenangan oleh Alloh swt, Tuhan Semesta alam, melalui kerja keras para pahlawan bangsa ini, dan tidak bisa dibayangkan jika waktu itu Komunis menang, maka bangsa Indonesia pasti tidak akan hebat dan maju seperti sekarang ini. (ds).

Baa, Muhammadiyah, Universitas pendidikan muhammadiyah