30 Agustus 2016

MPM Muhammadiyah Perkokoh Inklusi Sosial di Kokoda Sorong

Keragaman geografis, sosiografis, budaya dan agama harus dimaknai sebagai mozaik kebangsaan sekaligus khazanah negeri yang menjadi pilar kesatuan dan persatuan bangsa. Untuk itu setiap gerak pemberdayaan masyarakat dituntut bersifat inklusif yang mencerdaskan keragaman yang tidak membedakan suku agama dan ras.

“Dakwah pemberdayaan masyarakat Muhammadiyah melalui Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) bersifat inklusif sebagai implementasi Islam sebagai rahmatan lil alamin,” demikian dikatakan Dr M Nurul Yamin, MSi Ketua MPM PP Muhammadiyah pada Talkshow Pemberdayaan Masyarakat di RRI Sorong, Papua Barat, Selasa (30/8/2016).

Talkshow juga menghadirkan narasumber Ketua Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammaduyah Sorong Drs Rustamaji, MM dan Ketua MPM Daerah Kabupaten Sorong Drs H Panut Pratikno. Saat ini, MPM PP Muhammadiyah bersama STKIP Muhammadiyah Sorong sedang melakukan pemberdayaan masyarakat Suku Kokoda di Desa Warmon, Distrik Mayarmuk, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat.

Lebih lanjut Yamin mengatakan untuk mewujudkan Islam yang rahmatan lil alamin dibutuhkan kerja dan gerakan pemberdayaan yang tidak membedakan suku, agama, dan ras sebagai keragaman fitrah kemanusiaan yang harus selalu terjaga harmoni sosialnya.
Sikap inklusi bersifat terbuka terhadap perubahan menuju hal yang lebih baik.

“Dalam konteks pemberdayaan masyarakat MPM Muhammadiyah di Suku Kokoda di Desa Wormon Distrik Mayarmuk, Kabupaten Sorong, Papua Barat tersebut MPM Muhammadiyah melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan pemberdayaan baik fisik, sosial, dan keagamaan,” kata Yamin.

Kegiatan yang dilakukan, kata Yamin, di antaranya, pembinaan agama, pertanian terpadu, pendirian rumah baca, pelayanan kesehatan, dan pendidikan, dan lain-lain. Salah satu kegiatan yang menonjol adalah pembangunan rumah bagi suku asli Kokoda di Desa Warmon, Distrik Mayarmuk, Sorong, Papua Barat sejumlah 55 unit. Pembangunan rumah ini dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RI di atas lahan seluas dua hektare yang dibantu Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Menurut Yamin, kehadiran mahasiswa KKN UMY sangat konstruktif dan konstributif bagi terwujudnya inklusi sosial masyarakat Warmon Kokoda yang harmoni dan mandiri.

Sementara Rustamaji MM menyatakan STKIP Muhammadiyah Sorong mendukung program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan MPM Muhammadiyah. Salah satunya, menerjunkan mahasiswa melakukan pendampingan pembelajaran bagi anak-anak asli Kokoda. Sedangkan Ketua MPM Daerah Kabupaten Sorong Drs H Panut Pratikno menyatakan pemberdayaan memerlukan upaya yang terus menerus, untuk itu pihaknya siap mendampingi tahap tahap selanjutnya. ***

Universitas pendidikan muhammadiyah, Warmon kokoda