15 Februari 2015

Gedung STKIP Muhammadiyah Sorong Bisa Dimanfaatkan Berbagai Kegiatan

Keberadaan gedung STKIP Muhammadiyah Sorong, yang beralamat di Aimas, selain digunakan untuk aktivitas kampus, juga bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Salah satunya adalah tempat pelaksanaan pengukuhan dan rapat kerja Ikatan Keluarga Sunda,  Jawa, dan  Madura (Ikaswara) periode 2014-2019, ujar Ketua STKIP Muhammadiyah, Drs. H. Rustamadji, M.Si di Aimas, Sabtu (14/2).

Melalui kegiatan sosial kemasyarakatan seperti ini, yang turut dihadiri Bupati Sorong Dr. Drs. Stepanus Malak, M.Si, Wakil Bupati Suka Hardjono, S.Sos, M.Si, Kepala BPKAD Dr. Johnya Kamuru, SH, M.Si, menurut Rustamadji merupakan satu langkah positif dalam membangun sinergitas antara pemerintah, perguruan dengan masyarakat setempat.

Kampus STKIP yang memiliki luas 60 hektare  menjadi aset pemerintah daerah, aset umat dan aset seluruh masyarakat yang ada di daerah ini, dimana keberadaan gedung yang identik dengan Kampus Biru ini dapat digunakan untuk berbagai kegiatan yang sifatnya halal.

Rustamadji menjelaskan,  bahwa STKIP Muhammadiyah Sorong saat ini  memiliki 7 program studi dan bahkan akan menjadi 9 program studi, karena dua program studi tambahannya sedang menunggu SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Di hadapan tamu undangan, Rustamadji memohon doa dan dukungannya sehingga  ke depan pihaknya sangat berharap agar STKIP bisa berubah menjadi Universitas. “Kami pun juga sudah merencanakan namanya, yakni Universitas Pendidikan Muhamadiyah (UPM),” katanya.

Pada  tahun 2023 mendatang, diharapkan agar lembaga pendidikan tinggi  ini bisa menjadi universitas yang unggul dan menjadi puncaknya prestasi universitas, karena nantinya akan ada program pasca sarjana, program studi kedokteran dan lain sebagainya.

“Mengapa saya katakan target puncaknya 23 tahun, karena sesuai dengan perjuangan Rasulullah dalam rangka mengubah peradaban selama 23 tahun. Yang penting kita semua bergiat dan memiliki semangat yang tiada henti,” tuturnya.

Keberadaan Kampus  STKIP hingga saat ini masih mempertahankan slogannya,  yaitu  kampus yang bersih,  indah,  menyenangkan,  dan mencerdaskan. Disebut indah karena didalamnya ada danau, pulau yang bisa untuk tempat bersantai yang juga dihiasi dengan pemandangan yang menarik.

Meskipun pulau dan danau tersebut masih kecil, namun saat ini juga sedang dilakukan sebuah proses menuju pembuatan pulau yang lebih besar oleh perusahaan PetroChina.

Dan sebagai sebuah penghargaan, danau tersebut akan dinamai dengan “Petro China Lake”, yang nantinya juga akan diresmikan langsung oleh General Manager Petro China. Penghargaan tersebut juga merupakan bentuk pengabdian sebuah perusahaan Migas yang ada di daerah ini terhadap masyarakat di sekitar ring I.

Di akhir sambutannya, Rustamadji menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi, karena dalam pelaksanaan kegiatan ini dihadiri oleh dua orang Professor , yaitu Prof.Dr. Bambang Setiadji (Rektor Universitas Muhamadiyah Surakarta) dan Prof.Dr. Harun (Dekan FKIP Universitas Muhamadiyah Surakarta), serta Wakil Rektor IV Dr. Sofian Anif. (MC.Sorong/rim/toeb)

Ikaswara, Sosial kemasyarakatan, Universitas pendidikan muhammadiyah