20 April 2014

STKIP Muhammadiyah Sorong Akan Jadi Universitas

AIMAS- Bertempat di Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Sorong, Sabtu (20/10) merupakan hari bersejarah. Dimana STKIP kembali mencetak 86 orang sarjana. Dalam wisuda angkatan V tahun akademik 2011-2012, 86 orang wisudawan/I itu berasal dari tiga program studi yaitu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 31 orang, Pendidikan Bahasa Inggris 28 orang serta Pendidikan Biologi 27 orang. Wisuda angkatan V ini sangat spesial karena pembawa acaranya menggunakan 3 bahasa yaitu Bahasa Arab, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia,yang membuktikan pendidikan yang dilaksanakan di STKIP Muhammadiyah Sorong mengutamakan kualitas dan kuantitas mahasiswanya. Sebagai wisudawan terbaik kali ini diraih Ana Umul Khoiroh dari Program Study (Prody) di Biologi dengan IPK 3.84.

Dengan perkembangannya STKIP Muhammadiyah Sorong didirikan tahun 2004 dengan 3 program study yakni Prody Bahasa dan Sastra Indonesia, Bahasa Inggris dan Biologi, saat ini sudah bertambah 3 prody yaitu Matematika, Pancasila dan Kewarganegaraan, serta pendidikan Jasmani,Kesehatan dan Rekreasi. œPada tahun ini juga tengah diproses untuk membuka Prody guru SD S1, Pendidikan Guru PAUD untuk TK dan PAUD serta Prodi Teknplogi Informatika,terang Ketua STKIP Muhammadiyah Rustamadji kepada wartawan.

Dikatakannya, di Kampus Biru- sebutan STKIP Muhammadiyah Sorong-, jumlah mahasiswanya saat ini tercatat sebanyak 1.800 orang dari berbagai daerah, baik dari Papua, Papua Barat dan dari luar daerah. Bukan hanya jurusan pendidikan, di STKIP juga terdapat lembaga study Bahasa Arab dan study Islam yang dibina oleh 16 orang alumni Timur Tengah yang kuliahnya gratis, dari tempat tinggal, penginapan dan tentunya makan juga gratis.

Bukan hanya dari Indonesia, saat ini dalam pengurusan paspor yaitu 6 orang mahasiswa yaitu 3 orang dari Kamboja dan 3 orang dari Malaysia juga akan belajar di lembaga Bahasa Arab dan Study Islam dan untuk Prody yang ada di STKIP Muhammadiyah Sorong saat ini sudah semuanya terakreditasi. Selain dalam proses untuk menuju Universitas, STKIP juga akan membangun Rusunawa dengan Kapasitas 300-400 orang dan juga radio kampus yang akan siaran menjangkau seluruh Papua Barat, terang Rustamadji.

Ditanya tentang pengembangan STKIP menjadi Universitas, dikatakan, untuk universitas sedang dalam proses dan nantinya akan ada 22 program study, sehingga nantinya bukan STKIP lagi, melainkan diberi nama Universitas Pendidikan Muhammadiyah. œKita sudah masukkan proposal sebelum moratorium yang dilakukan Dirjen Dikti, dan dari proposal yang kita masukkan sudah ada tanda terima yang merupkan proses awal menuju universitas dan mudah-mudahan dalam waktu dekat apa yang kita inginkan, masyarakat inginkan menjadi universitas dapat tercapai,tandasnya.

Resepsi wisuda STKIP Muhammadiyah dihadiri Bupati Dr. Stepanus Malak, M.Si dan tamu undangan lainnya.

Sumber : www.radarsorong.com

Akreditasi, Kampus biru